1. Latar Belakang perjanjian Linggarjati
Perjanjian Linggarjati merupakan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Republik Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda. Sebelumnya, diplomat dari Inggris, Sir Archibald Clark Kerr mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hoogwe Veluwe dari tanggal 14 – 25 April 1946 untuk menyelesaikan konflik. Namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera, dan Madura, namun Belanda hanya mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja. Sehingga dengan gagalnya perundingan di Hoogwe Veluwe ini, maka kemudian diselenggarakan kembali perundingan di Linggarjati, Jawa Barat.
Perjanjian Linggarjati merupakan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Republik Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda. Sebelumnya, diplomat dari Inggris, Sir Archibald Clark Kerr mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hoogwe Veluwe dari tanggal 14 – 25 April 1946 untuk menyelesaikan konflik. Namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera, dan Madura, namun Belanda hanya mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja. Sehingga dengan gagalnya perundingan di Hoogwe Veluwe ini, maka kemudian diselenggarakan kembali perundingan di Linggarjati, Jawa Barat.
2. Perjanjian Renville merupakan perjanjian antara pihak Indonesia dengan pihak Belanda yang bertujuan untuk menyelesaikan berbagai macam pertikaian yang terjadi diantara kedua pihak setelah adanya proklamasi kemerdekaan Indonesia. Nama Renville sendiri diambil dari nama sebuah kapal milik Amerika Serikat yaitu USS Renville yang sedang berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Didalam kapal tersebutlah perundingan Renville berlangsung dan pada akhirnya menghasilkan suatu perjanjian Renville atas dasar kesepakatan kedua pihak Indonesia dan Belanda.
3. Perundingan Roem-Roijen juga dapat disebut dengan Perjanjian Roem-Van Roijen merupakan sebuah perjanjian antara bangsa Indonesia dengan pihak Belanda yang bermula pada tanggal 14 April 1949 dan diselenggarakan di Hotel Des Indes Jakarta, yang kemudian pada akhirnya ditandatangani pada 7 Mei 1949. Pemberian nama Roem-Roijen sendiri merupakan penggabungan dari kedua nama pemimpin delegasi, yakni Mohammad Roem dari Indonesia dan Herman van Roijen dari pihak Belanda.
4. Konferensi Meja Bundar adalah pertemuan yang di laksanakan di Den Haag, Belanda dari tanggal 23 Agustus – 02 November 1949 .Sebagaimana hasil kesepakatan Belanda menyerahkan kedaulatan atas nama Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949 yang akan di lakukan di dua tempat Belanda dan Indonesia. Di negara Belanda penyerahan kedaulatan di lakukan oleh Ratu Juliana kepada delegasi Dr.Moh Hatta, sedangkan di Jakarta penyerahan dilakukan oleh A.H.J.Lovink kepada wakil pemerintahan RIS Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan merupakan bukti berakhirnya masa penjajahan Belanda di Indonesia secara formal.
LIHAT VIDIO INI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar